Memperhatikan, cost, dan wilayan untuk membuka suatu usaha makanan

Membuat bisnis, dan memperhatikan hal- hal detilnya.

Wabah Corona Belum Berakhir, Bagaimana Nasib Industri Properti?

Saat ini, pelaku usaha properti harus menyesuaikan dengan keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, yaitu keterbatasan dalam melakukan penjualan secara tatap muka. Sehingga pelaku usaha properti harus meningkatkan implementasi metode penjualan secara non-konvensional yang utamanya dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Dia mengakui jika dibandingkan dengan sebelum pandemi tentunya antusiasme tersebut masih jauh. “Penurunan suku bunga Bank Indonesia diharapkan dapat memacu daya minat beli masyarakat pada sektor properti,” tutur Totok. Totok menuturkan, dibandingkan berinvestasi emas, maka properti masih jauh lebih menguntungkan khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19.

Daftarkan e mail Anda untuk mendapatkan replace berita terbaru seputar investasi dari Pasardana. KonsepSOHO, WOHO, Co-Working Space, Virtual Offcie, Boutique Officedi area sekunder akan menjadi lebih populer dibandingkan perkantoran konvensional saat ini. Bahkan saat ini pun terus berkembang penggunaanmeeting-meetingonline yang membuat lebih efisien. Para pemilik gedung perkantoran harus segera mengantisipasi hal ini, karena akan berimbas pada pengurangan tingkat hunian yang sangat signifikan. Dalam perkembangan selanjutnya dimungkinkan sistem teknologi yang memungkinkan penghuni tidak bersentuhan langsung dengan tombol-tombol elevator atau pintu masuk, dengan sistem sensor yang semakin canggih. Satu nomor antrean hanya diperbolehkan untuk satu orang investor yang berkonsultasi.

Namun, di balik keterpurukan itu, sektor properti disebut memiliki peluang besar untuk bangkit. Andi menambahkan, di sektor properti terdapat one hundred seventy subsektor industri ikutan, mulai dari industri bahan bangunan sampai perabot rumah tangga dengan jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencapai puluhan juta orang. Novran mengungkapkan, membeli properti di masa pandemi ini sangat menguntungkan karena Covid-19 adalah right time to purchase, sangat tepat untuk membeli properti. “Sekarang, pemilik properti lama sebetulnya cenderung ingin melepas asetnya untuk kebutuhan bisnis dan personal. Selain itu, pelaku pasar saat ini hold,” ujarnya. Seluruh sektor industri dan bisnis pun terkena dampak, termasuk sektor properti. Meski begitu kalangan pengusaha dari sektor ini menatap optimis bisnis properti meski wabah corona masih menghantui.

Serangan virus Corona telah memaksa pelaku usaha properti untuk memutar otak agar bisa mempertahankan bisnisnya. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas pasar properti meskipun muncul wabah penyakit corona. Untuk itu, pemerintah telah menganggarkan sejumlah subsidi perumahan dengan menambah kuota subsidi. Sedangkan Senior Director Office Services Colliers International Indonesia Bagus Adikusumo menyatakan, terhambatnya pertumbuhan sektor properti perlu membuat pengembang memberikan insentif yang lebih menarik bagi pembeli properti baru di sektor perumahan. Irfan mengatakan di masa pandemi ini mayoritas masyarakat menahan diri untuk membeli hunian baru dan masih berfokus pada menjaga stabilitas keuangan.

Bisnis properti saat corona

Pasalnya masyarakat mengerem untuk melakukan investasi sehingga terjadi penurunan penjualan properti. Bisnis property termasuk usaha yang sangat menggiurkan, karena kebutuhan terhadap perumahan selalu meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk.Kesenjangan antara supply yang terbatas dan kebutuhan rumah semakin lebar membuat bisnis perumahan tetap eksis. Matterport memang melihat adanya lonjakan permintaan untuk tampilan virtual Bola Online 3D begitu lockdown diberlakukan di Eropa dan Amerika Utara karena wabah corona.

Pembatasan gerak di setiap daerah setelah merebaknya COVID-19 dan PSBB yang diberlakukan di beberapa daerah yang membatasi ruang gerak bisnis ini. Namun kondisi ini tidak membuat pembiayaan di sektor properti menjadi terhenti. Kita ambil contoh sebuah perusahaan yang 100 percent dimiliki oleh pemerintah PT Sarana Multigriya Finansial tetap melakukan terobosan agar pembiayaan sektor properti tetap berjalan. Kedua, untuk momentum stimulus sendiri adalah tidak membeli properti setelah serah terima unit, karena ketika unit mulai ramai harga tanah naik, developer juga akan meningkatkan harga. Tiga poin di atas memberikan gambaran mengenai peluang berinvestasi di bidang properti pada masa pandemi.

Pun bank yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah maupun Kredit Pemilikan Apartemen . Jika pemerintah, pengembang dan konsumen tidak bekerjasama dalam menghadapi wabah ini, dikhawatirkan bisnis properti akan kolaps. Sektor properti di Indonesia juga terkena dampak yang signifikan dari pandemi Covid-19. Menurut Ali Tranghanda, CEO dari Indonesia Property Watch, kondisi bisnis properti di Indonesia semakin hari makin mengkhawatirkan.